Feed on
Posts
comments

KUKURI

Sudah hampir 1 bulan ini Yuen rajin bertanya tentang coin (receh) setiap sore.  “Pa .. punya coin ndak ?”.  “Oh ada … ini….”.  Sambil ku serahkan beberapa uang receh 200an. “Asyik …., berarti ayam ku hari ini bisa makan”.   Kalimat terakhir selalu diungkapkan dengan riang gembira (sambil berloncatan kecil). 

Baiklah, mungkin pembaca sedikit bingung apa sih ”Kukuri”, ”Coin” dan ”Ayam”.  Begini ceritanya : Yuen selalu memberi nama pada boneka dan mainan yang disenanginya. Salah satunya adalah celengan plastik berbentuk ayam jantan warna merah jambu. Mengapa KUKURI, oh .. itu asal katanya dari KUKURIYUK (kukuruyuk).  Hanya 6 huruf depan yang diambil menjadi nama celengan ayam. Lalu ayam itu diberi makan uang recehan.

Anak usia 5 tahun pasti punya imaji sendiri terhadap konsep menabung.   Salah satunya adalah mengandaikan kalo ayam itu hidup dan harus dipelihara serta diberi makan. Oke, memang untuk menjelaskan konsep yang sebenarnya mungkin masih sangat jauh. Yang jelas, yang dia tahu adalah coin (uang receh) tersebut semakin hari semakin bertambah banyak.  Dan dia tahu pula kelak (suatu saat) pasti bisa dibelikan sesuatu yang berguna. Ehm .. asalkan uang recehan tersebut masih laku di masa mendatang.  Namun bukan itu masalahnya, menanamkan nilai ”berhemat” itu yang penting.

MURAL 2

Diluar dugaan, karena masih terlintas dalam ingatan kejadian 15 Oktober 2007 lalu.  Belum genap 1 bulan, karya baru muncul lagi.  Kali ini terbilang sukses, karena tanpa adegan tembakan peringatan, pengejaran dan sepeda yang tertinggal.  Semua berjalan mulus, tanpa ada orang tahu, tanpa ada mobil patroli, tanpa ada yang menggubris.  Mungkin karena hujan mempengaruhi suhu malam, sehingga semua lelap dalam tidur. 

Mural03 Pukul 05.32 wibb, Jumat 2 November 2007, saat jendela terbuka, wow… karya indah ada di seberang, tembok pagar tetangga.  Mungkin artistnya,  ingin menyampaikan suatu pesan dengan simbol gambar tersebut.  Paling tidak sang artis punya pemikiran tersendiri memilih tembok sebagai objek.  Hmm, kira-kira sebagai berikut:

-         Tidak perlu beli kanvas

-         Tidak perlu sewa gedung pameran

-         Akan terpajang dalam waktu lama

-         Tempat latihan bagi pemula, sebelum ke profesional

Tetapi siapa yang tahu ? Saya yakin, selain menyatakan eksistensi diri pasti punya tujuan.  Mudah-mudahan

Senin, 15 Oktober 2007.  “Pa .. pa bangun, di depan rumah ada polisi !”, istriku membangunkan aku.  Kulihat jam dinding menunjukkan pukul 23.15 WIB.  “Ada apa ya ???”, gumamku sambil mencoba menerka beberapa kemungkinan.  Kuberanikan diri untuk mengintip dari jendela.  Busyet, 1 mobil patroli tepat berada di depan garasi rumahku.  Segera kuambil keputusan untuk keluar via pintu depan.

“Selamat malam pak, maaf ada apa ya?”, tanyaku kepada petugas.  “Bapak, warga sini ?”, petugas ganti bertanya.  “Iya betul, ini rumah saya dan yang itu rumah bapak S” Aku menjelaskan, karena sepertinya rumah itu yang terus diamati. Tak beberapa lama kemudian pak Y tetangga satu komplek juga ikut nimbrung.  Kami bertiga masih terus bertanya dalam hati.

“Apakah bapak tahu, tadi ada sekelompok anak muda ngumpul kira2 empat orang…”  “Oh … saya tidak tahu pak !”.  “Dan, yang mencurigakan, saat kami lewat mereka langsung melarikan diri, yang 3 naik motor, dan yang satu lari ke kebun tebu…”.  “Oh ya…!?”. Aku terperanjat. Kemudian petugas tersebut melanjutkan “Salah satu anggota kami langsung mengejar, lha ini sepedanya ditinggal begitu saja …”.  Aku tidak menjawab atau berkomentar dalam hati aku coba berpikir dan berpikir.

Mural01 Akhirnya, “Ya pak saya tahu permasalahannya, lihat pak di tembok rumah itu ada MURAL baru”.  Spontan seluruh yang ada di situ melihat dan menatap tembok rumah pak S.  “Wah betul, tadi belum ada, sekarang wah-wah-wah….”. Pak S tidak melanjutkan komentarnya.  Saya yakin pasti karena jengkel.  Bukan lagi setengah tembok yang telah dicoret-coret mural tetapi sekarang hamper seluruhnya.  Salah satu petugas segera menuju mural tersebut dan menyetuhnya.  “Benar pak catnya masih basah”.  Kemudian, “Berarti ini ulah mereka tadi….”.

Tiba-tiba dari arah kejauhan terdengar bunyi tembakan. DORRR, “Jangan lari …….”.  Seorang petugas berteriak.  Kami bertiga terkejut dan langsung negative thinking.  “Pak, pelakunya ditembak ya pak ???” Saya memberanikan diri bertanya.  “Oh tidak pak, tadi tembakan peringatan, bagaimanapun juga perbuatan tadi melanggar hukum”.  “Oh, begitu ya pak, jika kami melihat bisa kita laporkan dong ??”.  “Bisa pak … kami akan segera ambil tindakan”.

Tak lama kemudian, petugas yang mengejar tadi kembali dengan tangan hampa.  “Wah gak kena pak …”.  Dalam hatiku “Oh syukurlah… jangan karena mural sampai terjadi korban jiwa”.  “Lha sepedanya pak ?”, aku bertanya.  “Oh akan kami tahan sebagai bukti, dan titip pak jika ada yang mencari suruh saja ke kantor polisi pak”.  “Oke pak, tapi apakah mungkin mereka datang ???”.

Pukul 24.15 kami bubar.  Dalam hati masih tidak kumengerti dan terus bertanya “Haruskah kreatifitas dibayar mahal dengan hilangnya sebuah sepeda dan Sebuah Tembakan Peringatan”.  Mungkin ada benarnya dalam sisi hukum.  Who knows ?

THE SPIDER

Selasa, 18 September 2007, pukul 20.32 WIB

Images Belum 5 menit kurebahkan tubuhku di atas kasur kamar tengah, tiba-tiba muncul Yuen bergegas menghampiriku dan berkata “Pa .. tolong bukain resleting belakang, Yuen mau ganti baju”.  “Ya .. “, timpalku, sambil bangkit duduk dan mengusap kepalanya.  “Jangan lupa cuci kaki, sikat gigi ya … !”, sekedar mengingatkan kebiasaan rutinnya.

Tak berapa lama setelah ganti baju, Yuen kembali menghampiri ku, dan berkata “Papa Yuen bobok dulu ya … mo nemenin Mama”.  Aku menjawab “Ya sana …”, kukecup pipinya, “Jangan lupa berdoa, cepet bobok, besok bangun pagi dan sekolah, ntar Papa nyusul .. “, aku memberikan jawaban standar sebagai orang tua.  Segera ia bergegas keluar dari kamar tengah menuju kamar utama. Tiba-tiba … “PAPPPPP ….. ada LABA-LABA besar di depan pintu  !!!”, ia menjerit ketakutan.  Saat itu juga ia loncat mendekapku.  “Lho-lho, masa’ sama laba-laba takut…”.  “Iya … abis besar sih Pa …”.  “Lha, besar mana sama Yuen …. ???”, aku bertanya sambil tersenyum.  Ia tidak menjawab, diam beberapa saat dan langsung turun dan mengambil sebuah buku latihan keyboard dengan bergegas.  Spontan aku berteriak “Eit .. jangan dimatiin laba-labanya kasian ….ia ciptaan Tuhan juga”.  Ia tidak peduli dan terus menghampiri laba-laba tersebut dengan penuh keberanian.  Sementara itu aku berupaya mencegahnya.

Ketegangan ku berubah menjadi tawa yang merebak, ternyata dengan buku tersebut Yuen mengusir laba-laba layaknya seekor kucing “Hus … hus …. sana pergi …, hus hus Yuen mau lewat….”.  Dalam hatiku berkata “Oh kirain mo memukul laba-laba tersebut … huh”.  Dalam diamku samar kudengar Yuen berteriak “Udah pergi Pa .. laba-labanya masuk ke bawah kulkas…”.   Kembali dilektakannya buku tersebut dan bergegas ke kamar utama nyusul Mamanya untuk bobok.  Sementara itu aku masih diam dan geli.

Sekali lagi dalam diam aku merenung.  Ternyata anak-anak lebih tahu untuk tidak menyakiti sesama manusia atau binatang.  Hanya kekalutan dan pikiran kita (ortu) sendiri yang telah tercemar macam-macam konsep tentang kekerasan.  Sedangkan anak tidak sama sekali. 

Puisinya YUEN

Yue_01
Pukul 20.30 WIB, usai membacakan cerita Cinderella, Yuen mulai kelihatan mengantuk. Terlihat dari binar matanya yang meredup dan menguap beberapa kali. Sengaja terus kuajak dia berbincang sambil menepuk-nepuk dan mengusap punggungnya.
Lalu iseng kutanya “Yuen, bisa ndak buat puisi ??”, dia menjawab “Bisa Pa .. tapi gak bisa panjang-panjang … “. Aku menimpali “Coba deh … “. Matanya kembali berbinar, namun beberapa saat matanya terpejam. Tiba-tiba dalam pejamnya dia berkata :

Bulan aku mencintaimu
Engkau terang ber- kejora
Bulan engkau sangat indah

Wow … tak kuduga .. ternyata dalam waktu sekejap dalam pejaman mata dia bisa berimaji tentang 1 bait puisi itu. “Oke pintar .. sekarang bobok”. Tak beberapa lama kemudian kulihat pulas ia terlelap dengan senyum jenaka. Entah apa yang ia impikan …

Well .. suatu hal yang menarik dari 3 baris puisi di atas, adalah pada baris ke 2 yaitu kata “ber-kejora”, walaupun dia sendiri tidak mengerti / tahu artinya tetapi pilihan kata itu membuat saya tersenyum dalam hati, … ya namanya juga anak-anak.

Kenangan Masa Lalu

CINTA PERTAMA

Bagaikan embun yang menetes
Benings sejukan raga
Nuansa lembut halus menyapa
Tiada resah di hati …

Bagaikan mawar yang merekah
Indah tersirat makna
Semakin lama kian terasa
Saat jatuh cinta …

Reff ::
Cinta Pertama, cinta pertama
Begitu indah (begitu indah)
Mengisi nada-nada rinduku o o ….

Cinta Pertama, cinta pertama
Tak-kan ku lupa (tak-kan kulupa)
Meskipun sampai akhir hayatku …

Coda ::
Ingin kudengar kembali cerita tentang asmara
Tak kan pernah ku lupa .. O cinta pertama

UNTUK Dia

"UNTUK dia …"

Maafkan, bukan maksud hatiku
Menepiskan cintamu
Bukan itu

Aku hanya, mencoba mengingatkan
Sebelum kau memilih
Tuk meninggalkan dia

Jujur kadang sangat menyakitkan
Namun ta’ kan sanggup tuk ku rahasiakan

Reff ::
Bukan segenggam percikan bintang
Atau buaian lembut sang awan
Bisikan padanya sebait cinta
Peluklah dia tinggalkan daku

Mewakili Perasaanku

S E T U L U S  H A T I
[ Song&Lyric : Bayu R Langga ]

Tiada gundah di hati

Saat ku tahu dirimu hadir

Dalam hidupku

Bawa sejuta pesona

Terbiasa dari wajahmu anggun

Yang tlah membiusku

Apa saja akan ku lakukan

Asal engkau bahagia

Ku ingin kita slalu berdua

Bagai sepasang merpati putih yang saling mengerti

Reff ::
Setulus hati, ku kanberjanji
Suatu saat akan ku katakan
Aku tak peduli, apa kan terjadi
Slamanya aku sayang kamu kasih

Story ::
Lagu ini tercipta kira2 bulan Maret tahun 1994. 

Bunga, Kupu-kupu dan Aku
oleh:Bayu R Langga, 1 Februari 2002, 14.30-15.00 WIB

Bunga Aku adalah seorang pemuda pada umumnya yang selalu membayangkan suatu hari nanti memiliki seorang kekasih yang cantik. Aku bukan tipe orang yang berani berterusterang. Aku cenderung tertutup dan selalu menyimpan perasaan apapun tanpa pernah kucurahkan. Pada suatu hari aku bertemu dengan seorang gadis yang menurutku begitu cantik dan seterusnya.

Aku bermimpi menjelma menjadi seekor kupu-kupu dan hinggap pada sekuntum bunga harum indah tiada tara. Kupu-kupu tersebut kemudian menghisap separuh sari madunya. Bukanlah hal mudah untuk memperoleh seteguk kenikmatan itu, sebab sebelumnya aku harus berurusan dengan puluhan kumbang jantan yang lebih dahulu mengitari bunga pujaannya, hingga sayapku terkoyak.

Dalam realita kesendirian, aku bercerita kepada sekuntum mawar jingga sahabat setiaku. Mawar itu sengaja kutanam pada sebuah pot dan sengaja pula kuletakkan di tengah jendela kamarku. Mungkin mawar itu pun senang mendengar cerita-ku terlihat dari kelopaknya yang segar seolah ingin bertutur sesuatu. Aku tahu itu, dengan seksama-ku dekatkan telingaku dan mendengar apa nasehatnya.

Tiga hari kemudian dengan percaya diri dan penuh keberanian aku memintanya agar ia sudi menemuiku disebuah taman bunga. Dari kejauhan kulihat ia telah datang lebih dahulu dan duduk pada sebuah bangku kayu berwarna jingga. Jantungku serasa terkukus oleh kegemetaran diriku sendiri, tapi coba kuhalau dengan menghela nafas panjang. Ada sesuatu yang kubawa namun agar tak terbaca olehnya aku sembunyikan di belakang pinggangku sambil mencoba menawarkan senyum untuknya. Tiga langkah lagi aku tepat didepannya. Diapun tersenyum menyambut senyum yang kutawarkan tadi. Belum selesai kulum senyumnya segera kuserahkan sekuntum mawar jingga yang telah kupersiapkan sekian lama. Kini tlah kuperoleh separuh¬ sari madu cintanya tanpa harus menjadi seekor kupu-kupu.

AMBISI LELAKI
[Song&Lyric: Bayu R Langga, Aransemen: KLUSSIUM band ]

Tengah kurasakan kepedihan hati
Saat kau katakan ku bukan lelaki sempurna
Yang kau impi

Bagimu cinta adalah semata materi
Bukan sekedar selarik puisi
Membuatmu terhargai

Jika itu maumu, tak pernah kusalahkan
Jika itu inginmu, aku kan melakukan jua

Reff :
Aku kan pergi, Aku kan pergi
Kan kutaklukan dunia, dengan genggam jemariku
Dan tak kembali, tak kan kembali
Sebelum mampu ku taburkan, mutiara di atas awan

Coda :
Dan ku yakin, mampu kuraih
Hanya tinggal masalah waktu
Seandainya ku datang kembali
Bukanlah untuk dirimu lagi

:: Hayo tebak kira2 apa isi cerita lagu ini ??
:: Lagu ini juga terdapat pada album "KARYA CINTA" KLUSSIUM band [www.klussium.com]

Older Posts »